Pandangan Pertama - KuloNiku: Bowl Up!
Kisah Antara Saya dan Gambir
Sejak sebelum perilisannya, Kuloniku: Bowl Up! memang telah menarik perhatian sebagian gamers lokal dan juga pengamat gim lokal, salah satunya adalah diri saya sendiri.
Alasan mengapa gim ini bisa sangat menarik bagi saya adalah kenyataan bahwasanya Gambir Game Studio (atau biasa saya sebut Gambir saja), studio yang menjadi pengembang gim ini, sepengetahuan saya hanya menerbitkan gim-gim di platform mobile. Jadi, dapat dikatakan Kuloniku menjadi gim pertama mereka di PC.
Saya telah mengenal Gambir dari gim mobile-nya yang bisa dibilang mengisi masa kecil saya, seperti TTS Lontong yang menyebalkan. Selain TTS Lontong, saya juga mengenal gim-gim mereka yang kerap mengambil tema kuliner, seperti Selera Nusantara, Warung Seblak Nusantara, Bubur Ayam Express, Cita Rasa, dan Warung Angkringan Nusantara.
Dari kelimanya, saya baru memainkan Selera Nusantara dan Warung Seblak Nusantara yang menurut saya untuk gameplay cukup menyenangkan. Selain gameplay, saya juga memuji artstyle dari kedua gim tersebut yang cocok dengan tema. Bagian paling menyenangkannya adalah keberadaan cerita di dalam gim tersebut, membuatnya tidak hanya menjadi gim masak-memasak biasa. Meskipun saya merasa ceritanya agak seperti sinetron, hehe.
Dengan hadirnya KuloNiku: Bowl Up! di PC, maka gim Gambir yang mengambil tema kuliner sudah genap menjadi enam gim. Dan gim kuliner inilah yang kemudian saya mainkan sehingga juga menjadikannya sebagai gim kuliner ketiga dari Gambir yang saya mainkan.
Ide Sama, Bumbu Baru
Berbeda dari dua gim kuliner Gambir yang sebelumnya saya mainkan, Selera Nusantara dan Warung Seblak Nusantara, gameplay dari KuloNiku: Bowl Up! ini terasa lebih kompleks. Kedua gim sebelumnya bisa dikatakan memiliki gameplay yang cukup sederhana, memencet menu dan memasak masakan, selayaknya gim kuliner di mobile.
Ini berbeda dengan KuloNiku: Bowl Up!, di mana sebagai pemain kita tidak hanya akan memasak biasa, tetapi juga mengatur bumbu sesuai dengan takaran, memotong bahan, mencuci piring, hingga menangani permintaan pelanggan yang aneh-aneh. Pada bagian permintaan pelanggan yang aneh-aneh, sekilas mengingatkan pada gim Good Pizza, Great Pizza yang dikembangkan oleh TapBlaze.
Selain gameplay, hal lain yang menarik dari gim ini dibandingkan dengan gim-gim Gambir yang pernah saya mainkan adalah pada aspek animasinya. Gambir memang sudah menggunakan artstyle anime, tetapi dalam gim ini, mereka menyajikan dalam bentuk 3D yang imut. Ini sedikit berbeda dari gim gaya anime Gambir yang selalu 2D. Pewarnaannya juga cukup cerah, terlihat sangat ceria. Grafisnya juga tampak smooth bagi saya.
Untuk aspek story dalam gim ini menurut saya juga berbeda dengan Selera Nusantara dan Warung Seblak Nusantara yang menurut saya agak sinetron itu.
Interaksi dalam KuloNiku: Bowl Up! benar-benar positif, tidak ada drama berlebihan. Bahkan, rival di gim ini, Stella, juga tidak digambarkan menyebalkan. Sebaliknya, dia malah terlihat waifuable dengan sifatnya yang tsundere dan desainnya yang rocker abis.
Ini cukup berbeda dengan Selera Nusantara yang dilengkapi bumbu drama persaingan dan iri hati ala sinetron--sehingga saya skip story-nya. Untuk Warung Seblak Nusantara, sebetulnya saya sudah lupa dengan ceritanya, tetapi seingat saya ada sisi-sisi sinetronnya juga.
Perbedaan story KuloNiku: Bowl Up!, seolah seperti mengatakan bahwa gim ini benar-benar dibuat untuk pasar internasional yang tidak mungkin betah disajikan cerita ala sinetron. Memanfaatkan interaksi ringan dan hangat dengan karakter-karakter di dalamnya.
Namun, apakah berarti KuloNiku: Bowl Up! hanya dapat dinikmati gamers dari luar negeri? Tentu saja tidak. Gim ini juga masih mempertahankan aspek lokal dari dialog yang mereka sajikan--jika kalian memilih pilihan bahasa Indonesia dalam gim.
Misalnya saja seperti Stella dengan gaya bicara seperti orang Medan dan Noka yang memiliki gaya bicara orang Sunda.
Hal lain yang membuat KuloNiku: Bowl Up! semakin asyik dari aspek interaksi adalah kita dapat mengeratkan atau meningkat hubungan dengan karakter-karakter dalam gim. Peningkatan hubungan dapat membuka resep baru hingga ... tentu saja, cutscene!
Aspek asyik lainnya adalah dengan adanya semacam pertandingan di mana kita sebagai player akan diadu dengan restoran lain dalam membuat bakso, Meatball Brawl. Kita tidak hanya dapat melawan secara solo, tetapi juga bisa secara berkelompok dengan partner kita.
Saya tidak menampilkan gambarnya karena lupa mengambil gambar pada bagian ini T-T.
Namun, sebetulnya aspek yang paling mengejutkan saya dari gim ini adalah ... musik!
Benar, musiknya!
Musik adalah salah satu aspek paling penting di dalam sebuah gim. Musik yang bagus bisa membuat pemain betah untuk memainkan gim meskipun mekanisme gimnya terasa membosankan. Saya memahami hal ini karena pernah mengalami saat bermain Coffee Talk.
Hal ini, bisa dibilang terulang kembali di KuloNiku: Bowl Up! Gim ini membawakan gameplay yang sebetulnya bisa membuat mengantuk--untuk yang tidak suka gim repetitif. Namun, musik dari gim ini sungguh indah!
Saya bahkan sempat tidak percaya, studio gim yang biasa terkenal dengan kesederhanaan gimnya, Gambir, bisa membuat musik seindah ini!
Musik di dalam gim ini tidak hanya indah dan menambah cita rasa dalam bermain, tetapi juga lekat dengan aspek lokal, seperti alunan angklung. Namun, bagi saya bagian paling gong-nya adalah ketika suara ketukan mangkok khas abang tukang bakso juga ditampilkan dalam musiknya. Hebatnya, semua itu menyatu dengan sempurna.
Benar-benar perfect.
Bukti Keambisiusan Gambir
Sebetulnya, sejak awal perilisan gim ini, saya sudah merasakan ambisiusme dari Gambir selaku pengembang. Perasaan itu menjadi sebuah tamparan nyata ketika memainkan gim ini langsung karena dugaan saya tidak salah:
Ini benar-benar proyek Gambir yang paling ambisius.
Mulai dari aspek gameplay, visual, hingga musik (paling utama), Gambir berhasil membuktikan bahwa mereka juga bisa menciptakan gim dengan sangat ambisius. Tidak hanya sebagai studio gim yang membuat gim-gim ringan.
Menurut saya, ini adalah hal yang luar biasa dari Gambir. Terlebih lagi, Gambir menciptakan proyek ambisius ini dengan salah satu tema yang sering mereka buat: kuliner!
Mereka membuktikan bahwa tema sesederhana kuliner yang juga menjadi andalan mereka, bisa tetap fresh. Ide biasa tetap bisa jadi luar biasa apabila dieksekusi dengan matang dan serius.
Ini membuat saya menjadi semakin respect dengan Gambir. Rasanya sampai termotivasi sendiri dengan perjuangan mereka dalam gim ini, hihi.






Komentar
Posting Komentar