Hadir di FIB UNS, Ginda Ajak Anak Muda Berani Berpolitik

 

Gelar Wicara “Anak Muda Melek Politik” mahasiswa Sastra Indonesia bersama Ginda Ferachtriawan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jumat. (Foto oleh: Berliana Rizqy Amanda)

Surakarta—Anggota DPRD Surakarta Ginda Ferachtriawan hadir dalam acara gelar wicara bertajuk “Anak Muda Melek Politik” bersama mahasiswa-mahasiswi Sastra Indonesia 2023 Universitas Sebelas Maret untuk mengajak anak muda berani berpolitik.


"Politik penting karena kebijakan publik selalu terjadi di ruang publik, suka atau tidak suka,” ungkapnya dalam gelar wicara di Fakultas Ilmu Budaya, Jumat (19/4/2024).


Anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut mengungkapkan anak muda harus melek politik karena bonus demografi yang luar biasa, tetapi pendidikan politik masih rendah. Menurut penuturannya, sebanyak 95% masyarakat Indonesia yang mencoblos dalam pemilu 2024, terdapat 56% anak muda yang berpartisipasi.


“Ayo kita diskusi, ayo kita cerita, apa yang kalian ingin tahu tentang politik, seperti apa,” ajak bakal calon wali kota Surakarta itu.


Diskusi tersebut membahas berbagai hal terkait dengan dunia politik yang telah dimasukinya selama dua periode (2014—2024). Ginda membahas kariernya di dunia politik sebagai Anggota DPRD Surakarta, termasuk kondisi politik di Indonesia dan kritiknya terhadap kondisi tersebut.


“Makanya besok-besok, ya, 2029, lah. Adik-adik mencoblos yang sebaik-baiknya. Jangan nyoblos karena disuruh bapak-ibu, karena tetangganya. Memang nyoblos karena dia memiliki kompetensi dan prioritas,” pesannya.


Dalam diskusi tersebut, disinggung pula kedekatannya dengan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming hingga alasannya mencalonkan diri sebagai bakal wali kota Surakarta.


“Yang orang enggak tahu, tuh, saya nyalon bakal wali kota dua kali. 2014 saya daftar, 2019 saya daftar. Siap ketika 2024 pendaftaran lagi. Kenapa tidak? Semangatnya selalu sama sebenarnya,” katanya.

Ginda menambahkan bahwa tujuannya mencalonkan diri juga untuk mengajak anak-anak muda agar dapat berpartisipasi dalam dunia politik.


“Jadi, kalau enggak dapet nomor, enggak dapet rekomendasi, yo enggak papa. Wong enggak dicaleg aja saya enggak papa, kok,” tambahnya.


Diskusi dilanjutkan dengan topik pemilihan umum legislatif (pileg) kepada para mahasiswa. Ginda juga membagikan tips memilih calon legislatif (caleg), yakni dengan memanfaatkan sosial media dan mesin pencari (internet) untuk menggali informasi para caleg.


Dalam diskusi yang berlangsung hampir dua jam itu, diadakan pula sesi tanya jawab sehingga para mahasiswa dapat menggali topik dari tajuk lebih jauh lagi.


Amanda Prima, mahasiswi Sastra Indonesia 2023, menanyakan perihal dampak dari partisipasi anak muda dalam politik dan seberapa berhargakah suara mereka dalam politik.


“Saya menganggap sangat penting partisipasi anak muda, ya. Mungkin saat yang paling tepat untuk berpartisipasi,” katanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILY

Bermula dari Grup Facebook, Begini Tips dari Founder dan Co-founder Gaco Games Buat Developer Gim Baru

Pandangan Pertama - KuloNiku: Bowl Up!